Kaget Disambut Nidjiholic Negeri Jiran

JAKARTA – Nidji baru saja pulang dari Kuala Lumpur, Malaysia. Kelompok yang terdiri atas Giring (vokal), Ariel (gitar), Run-d (keyboard), Adri (drum), Rama (gitar), dan Andro (bas) itu di sana dalam rangka promosi album terbaru mereka, Top Up.

Nidji di negara tetangga itu lima hari, 22-26 Januari. Mereka promo di beberapa media massa mulai dari cetak sampai elektronik dan mengadakan pertunjukan satu kali di Kafe Ruums.

Menurut Giring, antusiasme masyarakat Malaysia sangat di luar dugaan. Penonton yang menghadiri pertunjukan mereka membeludak sehingga kafe yang besarnya tidak seberapa itu penuh sesak. “Responsnya meledak! Seru banget,” ucapnya saat ditemui di acara jumpa pers A Mild Live Wanted dan A Mild Live Rising Stars are Back to Liberate You di studio Viky Sianipar, kemarin (28/1).

Semula, Nidji tidak pernah menyangka bahwa penonton yang datang bisa sebanyak itu. Dengan demikian, kata Ariel, dirinya bersama personel Nidji lain tambah semangat dalam beraksi. “Jadi, benar-benar kayak pertunjukan total. Bahkan, ada penonton yang hapal lagu kami dan nyanyi-nyanyi di atas panggung. Padahal, kan awalnya hanya manggung biasa saja untuk promo album,” terusnya.

Selama ini, Nidji memang tidak pernah tahu jumlah penggemarnya di Malaysia. Namun, mereka tahu bahwa ada Nidjiholic -sapaan penggemar Nidji- di sana. “Kami tahu ada Nidjiholic di sana karena sering ada yang kasih message (e-mail). Tapi, seberapa banyak jumlahnya belum sempat kami ketahui,” terang Ariel.

Selain menyaksikan aksi panggungnya, Nidjiholic di Malaysia seperti guide yang ingin memandu di setiap perjalanan Nidji di negeri jiran tersebut. “Mereka menjemput dan mengantar kami setelah tiba di bandara atau mau pulang ke Indonesia. Tapi, kalau untuk jalan-jalan, belum sempat. Mereka hanya kasih oleh-oleh. Saya kebagian permen lolly pop,” ujarnya.

Selama lima hari di Malaysia, jadwal Nidji memang superpadat. Saking padatnya, kata Giring, waktu untuk tidur hanya tersedia tiga jam. “Makanya, kami nggak sempat jalan-jalan,” lanjutnya.

Nidji saat ini menjadi band yang diterima setiap lapisan masyarakat. Tidak hanya bermain di tempat elite dengan penonton yang rata-rata masyarakat menengah ke atas, mereka juga diterima di masyarakat lapisan bawah.

Belum lama ini, Nidji tampil di beberapa kota kecil, bahkan sampai ke desa. Giring mengaku kaget, masyarakat di sana bisa menyanyi dan hapal lirik-lirik lagu Heaven atau Disco Lazy Time yang berbahasa Inggris. “Kami benar-benar nggak menyangka,” ucap Giring singkat. (gen/dos)


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.